What My Puberty Sounds Like

Hai teman-temin! Ketemu lagi.

Kenapa udah lama gue gak nulis? Sebenernya gue nulis, cuma belom gue publish aja.

Kenapa belum publish? Karena belum waktunya. Anjay.

Iya ini jadi sekarang gue mau nulis tentang musik, band, lagu-lagu apa aja yang gue dengerin waktu gue muda dulu. Waktu gue muda dulu? Ya, kira-kira SMA – kuliah gitulah brothers and sisters, sekarang kan gue udah jadi ibu rumah tangga berusia 27 tahun yang baik. Kalo sekarang mah kan dengerin lagu ujung-ujungnya Wali ato Rizky Febian kan… YHA.

Latar belakang qu

Sejak gue kecil, musik gue banyak diilhami oleh musik abang-abang gue. Abang gue yang pertama, seorang retro pecinta britpop dan britrock. Dia anaknya UK banget, London Calling banget gitu. Koleksi poster dan kaset band Inggrisnya banyak banget. Dari dia, gue udah dengerin Rialto, The Cure, dan Pulp sejak gue SD. Dari dia juga gua bisa lengkapin koleksi lagu Naif gue karena dia fans Naif sejati. Oh, dia juga ngenalin gue sama Weezer.

Abang gue yang kedua, meski anaknya juga lumayan brit kayak yang pertama, gue lebih banyak mengambil sisi lain musik dia. Dia pengoleksi kompilasi Cafe del Mar, CDnya ada bervolume-volume. Dari dia juga gua belajar ada yang namanya Pet Shop Boys, Armin Van Buuren dan Swedish House Mafia, Chemical Brothers, Fatboy Slim, dan Beastie Boys.

Kedua kombinasi ini membuat musik yang gue dengerin mulai gua SMP, jadi agak beda sama temen-temen sebaya gue. Saat SMP sampe awal SMA musik di lingkungan temen-temen gue banyak bernuansa Emo, gue tua sendiri. Ya beruntung, saat sekolah gue juga ketemu temen-temen gue yang bisa ngasih gue influence musik lain lagi.

Lagu puber qu

Sekarang, gue pengen share musik-musik yang mengantarkan gue dewasa, mulai SMA awal gitu, sampe kuliah. Kenapa? Pengen aja. HE HE.

Ini gara-gara baru-baru ini gue kulik lagi Itunes gue dan mulai terpapar lagi nostalgia sama musik-musik yang dulu rajin banget gue dengerin. Sampe bisa apal lirik cuma gara-gara dengerin berkali-kali (gue anaknya kalo lagi suka 1 lagu, bisa on repeat ampe kuping jebol apal lahir batin baru move on).

Daft Punk

sumber foto: mbah gugs

SIAPEEE KAGAK TAU DAFT PUNK. Pertama gue denger beliau berdua ini, kalo ga salah gue cuma lagi lewat pas abang gue yang kedua main komputer waktu SMP. Lagu yang pertama kali gue denger, tentu adalah Digital Love. Cinta gue buat Daft Punk never left ever since. Meskipun gue ga begitu dig lagu-lagu mereka yang sekarang, tapi lagu mereka jaman dulu gapernah fail to entertain me.

Dulu gua bocah amazed banget, itu pertama kali gue terpapar sama musikus “bertopeng” – kalo sekarang mah kan banyak ada Deadmau5, Marshmello dan lain-lain. But nothing beats this French Duo.

Favorite number:

  1. Digital Love (yaelah)
  2. Voyager
  3. Robot Rock
  4. Solar Sailer (Pretty Lights Remix)
Suede

sumber: lagi-lagi mbah gugs

Ya udahlah, kalian tau juga kan Suede? Ini band asal Inggris yang digawangi Brett Anderson dan juga sempat diisi oleh Bernard Butler sebelum akhirnya “bercerai”. Dari Suede juga gue jadi dengerin McAlmont & Butler meski hanya nyangkut 1 lagu doang.

Gue kenal band ini tentu dari abang gue yang pertama, tapi lagu-lagunya timeless banget. Seiring gue remaja, gue menemukan banyak orang yang tau lagu Positivity dan Beautiful Ones tapi kagak tau itu lagu siapa. Tipikal lagu yang “duh, gue denger dimana ya lagu ini?”.

Favorite number:

  1. Picnic By The Motorway
  2. Everything Will Flow
  3. Positivity (yaelah 2)
  4. Beautiful Ones (yaelah 3)
  5. She’s In Fashion
  6. Saturday Night
Pulp

sumber foto: mbah gugs lagi

Kemungkinan kalian pernah denger lagu Disco 2000, tapi gaktau itu lagu siapa.

Ga banyak album yang gue dengerin dari band ini, tapi album Different Class nyangkut banget, apalagi waktu gua kelas 3 SMA. Ga banyak juga yang bisa gue ceritain tentang band ini, other than digawangi oleh Jarvis Cocker. Waktu SMA juga, gue berhasil mengenalkan band ini ke beberapa teman gue dan berhasil nyangkut juga di mereka. Dua album yang terutama sering banget gue dengerin adalah Different Class dan This Is Hardcore.

Favorite number:

  1. This Is Hardcore
  2. Disco 2000 (yaelah 4)
  3. F.E.E.L.I.N.G.C.A.L.L.E.D.L.O.V.E
  4. Help The Aged
Tokyo Jihen / Incidents Tokyo

sumber foto: .. masa ditulis lagi

Wadoooh. Gue ingin berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada saudara Yudhistira Haryadi dan Ernes Budiman yang telah memperkenalkan dan mendukung kehidupan per-Tojin-an gue. Kedua orang ini kalo udah suka sama sesuatu, nguliknya dalem banget kaya gali kubur sampe nembus dunia akhirat sono.

Berkat mereka, gue gak cuma sekedar dengerin Tokyo Jihen, tapi gue tau ceritanya, perjalanan masing-masing personilnya, sampe nonton video-video konser livenya.

Oke, Tokyo Jihen adalah sebuah band asal negeri sakura yang bisa dibilang diisi oleh jagoannya jago disana. Kalo kata Yudhis, bayangin Rossa bikin band sama Sore. Vokalis Tokyo Jihen adalah seorang tante diva pop raksasa, Shiina Ringo, yang emang udah gede duluan namanya sebelum dia membentuk Tokyo Jihen. Meskipun sempat berganti 2 personil, tapi sampai akhirnya band ini bubar (IYA, RESMI BUBAR COY), band ini digawangi oleh Kameda, Ukigumo, Hata, dan Izawa yang juga udah punya nama masing-masing di panggung musik jepun sana. Ukigumo misalnya, ya kayak dedengkot band Indie gitu disana.

Mereka bentuk band dan bikin album pun ga sembarangan. Menurut sumber terpercaya (Yudhis dan Ernes), mereka sudah merencanakan akan bubar bahkan sejak membentuk band ini pertama kali. Mereka bikin album sesuai dengan genre acara TV, seperti Adult, Variety, dan Sport, lalu ditutup dengan album terakhir sebelum bubar yaitu Color Bars. GILA GAK.

Aksi panggung mereka pun ga pernah main-main. Setau gue bahkan, mereka gapernah konser di luar Jepang. Lighting, dekor panggung, dan kostum setiap konser pun gak pernah tanggung apalagi main-main.

Favorite number:

  1. sa_i_ta
  2. Metro (ini lagu yang pertama kali bikin gue nyangkut sama band ini)
  3. SWEET SPOT
  4. Denpa Tsushin
  5. Kokoro
  6. Osorubeki Otona-tachi

Asli banyak banget lagu yang gue suka dari band ini, gamungkin gue tulis semua kan.. Tapi ada 2 honorable mention yang sebenernya bukan lagu Tokyo Jihen tapi lagunya Shiina Ringo si vokalis, yang sering dibawain pas Tokyo Jihen manggung:

  1. Ariamaru Tomi
  2. Marunouchi Sadistic (EXPO ver.)
Mew

sumber foto: ya gugel :(((

Gue pertama kali kenal Mew saat album Frengers, dari abang gue yang kedua. Dia beli kasetnya, terus biasa – gue main-main ke kamarnya pas dia lagi dengerin dan nyangkut aja gitu. Tak disangka, waktu SMA gue ketemu sama teman-teman yang juga doyan sama Mew, bahkan sampai nonton konsernya juga.

Mew adalah band asal Denmark dgn pentolan Jonas Bjerre. Sebenernya, lagu-lagu dari band ini agak susah dimengerti pada pemutaran pertama. Gue pun bisa 2-3 kali repeat baru dapet “ketokan”nya maunya apa. Setelah paham, abis itu enak-enak aja didengerin terus. Impresi khas gue setiap dengerin lagu ini ya beatnya susah ketebak, dari gimana tau-tau jadi apa.

Yang lucu, ada satu nomor dari mereka yang berjudul No Shadow Kick, yang liriknya sama sekali gak jelas apaan. Bahkan pas gua SMA dulu, gua gak bisa nemu sama sekali liriknya di internet, sampe beredar rumor kalo si Jonas cuma asbun aja sepanjang lagu, mencoba membuat impresi ngomong semacam bahasa mandarin atau jepang atau apa, sampe akhirnya dia ngaku,

“A haphazard attempt at repeating cut-and-pasted phrases from various kung fu movies produced in Hong Kong in the mid-nineties. But not really paying much attention to how it sounded, and even less to whether or not the phrases actually had any meaning to them”. -Jonas Bjerre.

Emang semprul. YA TAPI ENAK LAGUNYA DAH GELO.

Favorite number:

  1. 156
  2. Symmetry
  3. King Christian (old and new version)
  4. Introducing Palace Players
  5. No Shadow Kick
  6. Apocalypso
Flight Of The Conchords

sumber foto: mbah gugs

Gue tau FOTC, awalnya dari sebuah serial komedi musikal asal New Zealand yang diperankan oleh Bret McKenzie dan Jermaine Clement. Little did I know, ternyata mereka musician first, actor second – dengan band/duo bernama sama yaitu Flight Of The Conchords.

Selain lucu, lagu-lagu yang mereka bawain dalam setiap episode serial FOTC ini juga bagus. Akhirnya gue jadi download alias bajak dan dengerin lagu-lagu mereka diluar nonton serialnya.

Favorite number:

  1. Foux Du Fafa
  2. Bret You’ve Got It Going On
Weezer

sumber foto: hhh…

Oke ini terakhir, meskipun sebenernya masih banyak lagi. Sejujurnya, gue udah lumayan lama gak dengerin Weezer lagi. Tapi, gara-gara mereka baru aja ngeluarin cover Africa by Toto dan AFRICA BY TOTO IS LITERALLY LYF, gue jadi kebawa lagi untuk dengerin lagu-lagu lawas mereka.

Gue gak begitu nyambung sama lagu-lagu Weezer yang baru, mulai dari Red Album gue udah mulai rada kehilangan arah. Gausah dijelasin lah, kalian pasti tau bandnya Rivers Cuomo ini, yang sampe tua bangka gayanya juga masih gitu-gitu aja.

Favorite number:

  1. Africa by Toto Cover (sorry gakbisa banget gak gue masukin)
  2. Only In Dreams
  3. Burndt Jamb
  4. Buddy Holly
  5. Say It Ain’t So
  6. Across The Sea
  7. Haunt You Everyday
Honorable mention

Berikut beberapa yang gak gue masukin karena takut artikel ini kepanjangan namun sangat berpengaruh dalam masa muda qu:

  1. Cafe Del Mar compilation
  2. Mark Ronson
  3. The Adams
  4. Efek Rumah Kaca
  5. The Strokes
  6. Kaiser Chiefs
  7. Sondre Lerche
  8. Radiohead
  9. The Cure
  10. Panic! At The Disco
  11. Phoenix
  12. Arctic Monkeys
  13. Naif
  14. Artful Dodger
  15. Jamiroquai (bukan camirongkwai ya)

Yaudah segitu dulu yaaa kalo keenakan nanti kepanjangan nanti kelepasan nanti… Dadah!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *