Beginner’s Guide To: Pura-pura Kerja

Selamat datang! Karena tulisan ini dipublish siang-siang di hari kerja, kemungkinan Anda sedang istirahat makan siang atau seperti judul tulisan ini: pura-pura kerja.

werk werk werk werk werk

Sebenernya, gue bukan expert dalam urusan pura-pura kerja, apalagi expert dalam bekerja. Namun, sebagai orang yang sering terjebak dalam kondisi harus terlihat seolah-olah lagi kerja, baik oleh kolega maupun atasan, gue cukup sering dan memiliki banyak cara untuk melakukannya.

Tulisan ini bertujuan untuk berbagi ilmu, bagi Anda yang punya masukan tentunya boleh menambahkan. Dimana ya? Di kolom komentar mungkin?

Mengapa pura-pura kerja

Bukan karena mengabaikan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan, apalagi yang urgent, bukan. Membuat ilusi seolah-olah sedang bekerja padahal tidak kadang diperlukan dalam berbagai kondisi dan alasan, misalnya:

  1. Sudah tidak ada pekerjaan untuk hari itu
  2. Pekerjaan tertunda karena pihak ketiga
  3. Capek
  4. Bosan

Dulu, waktu gue masih kerja sebagai staf manajemen di sebuah rumah sakit, gue sering banget mengalami kondisi tersebut di atas terutama yang nomer 1. Kenapa? Karena biasanya begitu sampe kantor gue kerja ngebut. Dan karena pekerjaan gue kebanyakan berupa daily task atau rutinitas harian, gak jarang gue bisa menyelesaikan semua pekerjaan gue hari itu jauh sebelum jam kantor usai. Terus sisa waktunya mau ngapain? Pulang gak bisa, maen-maen nanti ada yang sirik.

Yaudah, pura-pura kerja.

Berbagai cara untuk menimbulkan ilusi sedang atau ingin bekerja padahal mah tidak

Mau pura-pura kerja yang to the point alias ga peduli kalo ketauan atau mau yang alus, semua bisa.

  1. Brightness layar digelapin segelap-gelapnya tapi masih bisa diterawang. Silakan nonton film atau scroll 9gag sesuka Anda. Seolah-olah lagi ngeliatin kerjaan.
  2. Kalo Anda suka doodling, silakan buka file kerjaan di komputer tapi doodle-doodle di balik layar.
  3. Buka file kerjaan di komputer (ini sering menjadi kunci yaa), tapi main HP sambil sesekali pura-pura mikir terus nulis-nulis atau scroll-scroll file kerjaan tadi.
  4. Buka file kerjaan terus kecilin windownya jadi setengah layar, setengahnya lagi buka window lain buat nonton atau browsing. Sewaktu genting tinggal minimize.
  5. Kalo nonton, jangan pake headset karena bisa ga aware sama lingkungan. Nonton aja pake subtitle dan volume kecil banget ato mute. Jadi sewaktu-waktu genting bisa langsung diminimize.
  6. Intro-intro pengen boker, ke wc terus main HP. Kalo intronya boker, orang akan maklum Anda lama di wc.
  7. Pake screen protektor layar yang anti intip (kalo ada).
  8. Bikin keributan seolah laptop error sehingga pekerjaan tidak bisa dilanjutkan, lalu reverse psychology dengan “ah kesel banget padahal kerjaan masih banyak”.
  9. Menyalahkan makan siang nasi saat ingin boci di siang hari, “duh salah nih tadi makan nasi, sekarang jadi ngantuk banget..”
  10. Buka word lalu ketik-ketik nonsense dengan brightness layar yang minim tadi.
  11. Pastikan Anda melatih ekspresi wajah sok bingung atau mengernyit seolah mikir dan lagi galau membuat keputusan penting. Bermanfaat.
  12. Pindah ke ruangan lain dengan alasan “duh disini ga konsen” atau sejenisnya, terus silakan melakukan kegiatan lain seperti nonton atau main HP.
  13. Cari wingman atau sekutu.
  14. Pura-pura ke ruangan lain terus ke pantry dan nyantai atau tidur siang.
  15. Pura-pura meeting padahal pulang. Silent HP, kalo ditanya bilang “kan lagi meeting”.

 

Itulah tadi berbagai cara yang tidak bermanfaat, yang mana cara favoritmu? Selamat mencoba!

1 thought on “Beginner’s Guide To: Pura-pura Kerja”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *