An Open Letter To: Cinema Edition

Gue mau mencoba bikin seri tulisan baru, yaitu menulis surat terbuka untuk berbagai orang. Gue akan mencoba memulai dengan menulis surat terbuka untuk orang-orang yang pernah gue temui saat nonton bioskop.

An Open Letter To:

Mas-mas yang kebingungan cara ngeprint tiket di mesin M-Tix

Dear Mas-mas yang kebingungan cara ngeprint tiket di mesin M-Tix,

Bravo! Terima kasih sudah jadi orang yang melek jaman dan memanfaatkan teknologi. Terima kasih juga karena telah menjadi orang yang nonton secara terencana. Cara ngeprint tiket di mesin M-Tix gampang kok Mas. Masnya cukup masukin nomer HP sama kode booking. Bingung kode bookingnya ada dimana? Ada di email, SMS, sama aplikasi M-Tix punya Mas. Maaf ya saya kemaren ga bantuin, saya introvert. Tapi sekali lagi terima kasih ya mas.

Mba-mba yang udah di kasir snack tapi bingung mau mesen apa

Dear Mba-mba yang udah di kasir snack tapi bingung mau pesen apa,

Don’t be an asshole. Kalo mau milih jangan pas udah di kasir, Mba. Menunya bisa dibaca dari jauh kok, bingung barengnya dari jauh aja, kalo udah tau mau pesen apa baru ke kasir buat order. Kasian orang yang antre mau pesen tapi buru-buru karena filmnya udah mau mulai.

Mba-mba yang udah duduk di best seat tapi main HP sepanjang film

Dear Mba-mba yang udah duduk di best seat tapi main HP sepanjang film,

There’s a special place in hell for people like you. Lampu bioskop itu gelap ada alasannya, supaya orang yang nonton bisa punya pengalaman nonton terbaik dan fokus. Kalo mau main HP di rumah aja, banyak orang yang rela bayar buat duduk di kursi yang Mbak tempatin. Bukan apa-apa, cahaya yang dipancarkan HP Mbak ganggu, gak cuma saya tapi saya yakin ganggu yang lain juga. MINIMAL BRIGHTNESS HP LU TURUNIN BEGO. Ga deng, baiknya sih Mbak jangan main HP. Saya muak sama orang-orang kaya Mbak, bisa beli tiket bioskop tapi gatau etika nonton, gatau adat.

Bapak dan ibu yang bawa anak terus nangis di bioskop tapi didiemin aja

Dear Bapak dan ibu yang bawa anak terus nangis di bioskop tapi didiemin aja,

Untungnya saya ga ngerasain langsung, tapi cuma baca ceritanya aja. Kalo saya ada disitu, gapake kompromi saya akan keluar dan panggil petugas untuk ngangkut Anda-anda ini keluar. Ini bukan masalah kami yang dewasa mengerti kelakukan anak Anda yang masih kecil. Ini masalah Anda sebagai orangtua untuk bisa memahami kelakukan anak Anda sendiri, dan mempertimbangkan kepentingan umum. Lagian asal Anda tau, tiap film itu punya rating umur untuk penontonnya. SAYA YAKIN ANAK ANDA YANG MASIH HITUNGAN BAYI ITU BELUM MASUK KELOMPOK UMUR UNTUK BISA NONTON DI BIOSKOP. Come on, ga kasian apa Anda sama anak Anda yang nangis itu? Mungkin dia lapar, mungkin dia takut, mungkin dia bosan, mungkin dia berak. Kalo bapak dan ibu mau nonton, ya titipin aja anak Anda yang masih dalam kategori usia belum bisa diajak kompromi ke sanak saudara Anda di luar atau di rumah. Kalo gak bisa ya resiko Anda jadi orangtua, terima aja.

Mas-mas yang suka nendang kursi di depannya

Dear Mas-mas yang suka nendang kursi di depannya,

Saya yakin Anda alay, dan mungkin kurang terdidik, karena rupanya Anda tidak mengetahui bagaimana cara kursi dalam bioskop bekerja. Ataupun kursi lain pada umumnya. Mekanisme struktur sebuah kursi bioskop umumnya adalah, kalo Anda dorong-dorong sandarannya dari belakang pake kaki Anda, ORANG YANG DUDUK DI KURSI TERSEBUT AKAN MERASAKANNYA. Dan kemungkinan besar merasa terganggu dan mengutuki Anda. Dan kemungkinan doa-doanya akan dijabah oleh Tuhan karena ia sedang teraniaya oleh kaki Anda yang gak terdidik itu. Jadi tolong, stop nyenderin kaki ke kursi di depan Anda.

Pramubakti bioskop

Dear pramubakti bioskop,

Maafkan kami-kami ini yang suka meninggalkan sampah ga kira-kira di bioskop selepas film selesai. Maafkan juga sebagian dari kami yang tak hanya meninggalkan sampah, tapi bekas seperti minuman atau saus tumpah yang menodai kursi dan sulit dibersihkan. Maafkan juga mereka yang menyalahkan kalian karena film yang ngaret karena jeda bersih-bersih yang terlalu lama. Apalagi mereka yang tak hanya menyalahkan kalian, tapi juga sekaligus menjadi penyebab ngaretnya kalian dalam melakukan pekerjaan kalian. Jangan dendam ya, masih banyak kok sebagian lain dari kami yang sangat menghargai apa yang kalian kerjakan untuk memastikan kenyamanan kami saat nonton.

Pak satpam pintu bioskop

Dear Pak satpam pintu bioskop,

Makasi ya pak udah mau jagain donat titipan saya yang gak boleh dibawa masuk ke dalem itu. Maafin juga saya yang udah nonton jam terakhir, tapi malah lupa ngambil donat titipan saya waktu saya pulang. Untung saya ingetnya masih di parkiran, semoga bapak gak bingung nyariin saya karena donat yang saya titipin ke bapak. Makasi pak udah nungguin saya balik lagi untuk ngambil donatnya. Semoga bapak banyak rejeki, amin.

Orang-orang yang duduk di 5 barisan kursi depan

Dear Orang-orang yang duduk di 5 barisan kursi depan,

Meskipun saya bisa memperkirakan apa alasan kalian duduk disana, saya tetap ga habis pikir. Kenapa? Kenapa? Kalau saya jadi kalian mending saya gak jadi nonton dan nonton di tempat atau jam lainnya, dimana saya bisa nonton dengan nyaman. Leher kalian ga sakit? I am truly curious. Nonetheless, saya ikut berduka untuk kalian.

 

HE HE. Itu dulu yang kepikiran, kapan-kapan bikin lagi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *